AWAL PERJALANAN PERSONIL DAMAR PANULUH NUSANTARA



KEDIRI, Damar Panuluh Nusantara - Berangkat dari sebuah rasa penasaran yang terus-menerus merasuki pikiran terkait dengan beberapa peninggalan bersejarah atau peninggalan leluhur di wilayah Kabupaten Kediri Jawa Timur yang kurang diperhatikan, hampir setiap hari kami menelusuri diantara petilasan yang sudah ada.

Dari latar belakang profesi kami sebagai Jurnalis, kemudian kami melakukan penelusuran di tempat - tempat yang diduga mengandung nilai sejarah tinggi.

Hari demi hari, waktu demi waktu, kadang siang dan terkadang juga malam, kami berjalan seakan-akan tidak ada kata lelah dengan penuh semangat.

Didasari panggilan hati tanpa ada kepentingan pribadi, kami kemudian beristirahat dari Situs ke Situs yang ada di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Kegiatan tersebut kami lakukan selepas menunaikan tugas atau pekerjaan masing-masing.

Sejak tahun 2007 silam, perjalanan menelusuri tempat - tempat leluhur itu sudah kami lakukan walaupun saat itu Gonta ganti teman karena diantaranya pindah tempat kerja. Pada suatu saat, saya Rianto asal Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur


pernah melakukan kegiatan penelusuran tersebut sendirian. Hal tersebut karena semua teman kami sudah tidak sanggup untuk melanjutkan mengikuti jejak Saya.

Kemudian pada tahun 2009 saya kembali ditemani oleh beberapa temen Jurnalis yang kebetulan juga tertarik dengan peninggalan leluhur yang mengandung nilai-nilai sejarah sangat tinggi.

Tiga orang termasuk saya waktu itu mendengar cerita beberapa anak pelajar SMP yang sedang membeli Es disebuah Warung tengah Sawah tepatnya masuk wilayah Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Jawa Timur yang mengatakan saat mencari burung mengetahui ada patung macan.

Dari cerita itulah akhirnya kami seakan merasa dituntun oleh sesuatu yang diluar nalar. Berangkatlah kami ke sebuah tempat tepatnya di areal persawahan di Desa Semen Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Ditempat itu kami menyeberangi sungai dan menuju area rerimbunan pohon Bambu. Rasa penasaran kami terbayar saat mengetahui diantara sampah dan ranting Bambu diketahui ada 2 buah patung seperti Singa. 

Naluri seorang Jurnalis dimainkan, tanpa menunggu waktu , Kamera Poker yang ada di Tas langsung dikeluarkan dan Cret...Cret.
Cret... jadilah sebuah gambar Istimewa.

Usai mengambil gambar, kami menghampiri seseorang yang sedang bekerja di Sawah dekat lokasi. Dari situlah kami akhirnya kami mendapatkan keterangan dan diarahkan menemui seorang Kakek di Kampung tersebut.

(bersambung.....nto).

Reporter dan Editor : Rian Damar

Post a Comment

0 Comments